14 Agustus 2026 | Dilihat: 77 Kali

DIBALIK CAP PASPORT: KISAH PETUGAS IMIGRASI YANG KAWAL JAMAAH UMROH DI SOETTA

DIBALIK CAP PASPORT: KISAH PETUGAS IMIGRASI YANG KAWAL JAMAAH UMROH DI SOETTA

Oleh: Evi Fatmawati - Pengurus DPP IPJI & Kontributor ImigrasiOne.id

Jam 2 dini hari di Bandara Soekarno-Hatta. Lampu terminal masih terang, tapi suasananya beda. Ratusan jamaah umroh dengan baju ihram putih duduk bersila, sebagian memejamkan mata berzikir. Di antara mereka, ada petugas Imigrasi berseragam yang mondar-mandir. Bukan untuk memeriksa, tapi untuk memastikan.

Inilah "dapur" keberangkatan umroh di Soetta. Tempat dimana ibadah dimulai bukan dari tanah suci, tapi dari antrean imigrasi.

Sejak 2024, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta sudah menyiapkan *jalur khusus jamaah umroh*. Kursi disediakan, air minum dibagi, dan petugas standby 24 jam mengikuti jadwal penerbangan. Tujuannya sederhana: jamaah lansia nggak perlu antre campur dengan penumpang umum. Ibadah harus dimulai dengan tenang.

Tapi jangan salah, dibalik pelayanan ramah itu ada tugas berat. Saat jamaah menyerahkan paspor, petugas tidak hanya "mencap". Ada 4 hal yang wajib dicek. Pertama, keaslian paspor dan visa. Visa umroh wajib, karena visa wisata tidak bisa dipakai untuk ibadah. Kedua, kecocokan data. Nama di paspor, tiket, dan visa harus sama persis. Beda 1 huruf saja bisa tertahan. Ketiga, cegah dokumen palsu dan travel abal-abal. Keempat, yang paling krusial: mencegah TPPO. Petugas dilatih bertanya dengan halus, terutama ke jamaah perempuan yang berangkat sendiri. Ini untuk memastikan tidak ada yang berangkat dengan niat disalahgunakan.

Saat kepulangan pun sama. Setelah mendarat, jamaah kembali bertemu petugas Imigrasi. Selain proses keimigrasian, di sinilah petugas jadi "penjaga terakhir". Melihat kondisi jamaah yang kelelahan, membantu yang pakai kursi roda, dan memastikan semua pulang ke rumah dengan selamat.

Semua itu dilakukan karena satu keyakinan: melayani jamaah juga bagian dari ibadah.

Nah, biar perjalanan Umroh Bu/Bapak lancar di Soetta, ingat 4 tips ini: Datang 4 jam sebelum terbang, siapkan paspor + visa + vaksin meningitis + surat mahram, manfaatkan e-gate kalau paspor sudah biometric, dan yang paling penting: jawab pertanyaan petugas dengan tenang dan jujur. Mereka bukan menghalangi, mereka melindungi.

Indonesia menyambut semua tamu Allah dengan tangan terbuka. Dan di pintu itulah, ada petugas Imigrasi yang bekerja diam-diam, agar keberangkatan dan kepulangan jamaah menjadi mabrur.

_Semoga Allah terima Umroh kita semua_ 🤲